Kamis, 11 September 2008

Kue Kacang Ijo Buah


bahan :
500 gr kacang hijau kupas. rendam, kukus sampai lunak. haluskan

300 gr gula pasir
½ sdt vaniIi
± 750 cc santan dari 2 btr kelapa yang sedang besarnya
¼ sdt garamPewarna secukupnya

Untuk Mengilapkan :
23 sdm bubuk gelatin / agar-agar bubuk

5 lbr daun pandan, potong @ 2 cm, rebus dengan 1250 cc air, rebus menjadi 1ltr, biarkan semalam, saring



Untuk Hiasan :
Tangkai cabai, atau daun yang tak beracun

Cara Membuat:
  1. Masukkan kacang hijau dan bahan lainnya dalam panci yang dasarnya tebal. Jerangkan di atas api, aduk sampai menjadi adonan kering dan mudah dibentuk, dinginkan.

  2. Bentuk menyerupai buah-buah kecil. Cat dengan pewarna makanan sesuai keinginan, beri sebuah tusuk gigi untuk memegang.

  3. Larutkan gelatin/agar-agar dengan air daun pandan, tempatkan dalam wadah yang ditempatkan dalam panci berukuran lebih besar berisi air panas sambil dijerangkan di atas api supaya agar-agar tetap cair. Celupkan buah-buah tersebut, tancapkan pada styrofoam.

  4. Setelah kering, gantikan dengan tangkai cabai.

UNTUK 30 BUAH

Senin, 01 September 2008

- Soto Banjar -

Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat

Seperti halnya soto ayam, bumbu Soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu menghidangkan.

Bahan:

  • Ayam Kampung 1 ekor (tips: ayam betina dan jangan terlalu muda, yang montok)
  • 1½ liter kaldu ayam
Dalam sebuah kain, bungkus dan ikat dengan rapi :
  • 5cm kayumanis
  • 3-4 butir kapulaga
  • 4-6 butir cengkeh
  • 3-4 butir bunga sisir
  • ½-1 butir pala
Haluskan :
  • 10 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • garam secukupnya
  • merica secukupnya
  • segenggam buah kenari yang sudah dikupas (tips: siram buah kenari dengan air panas, agar mudah terkelupas kulit kenari yang keras, buah kenari sebagai pengental kuah soto)
Pelengkap :
  • Suun putih, rendam sampai lunak
  • Telor bebek, rebus hingga matang
  • Ketupat, potong tipis²
  • Perkedel kentang
  • 1 sdm kas-kas (sebagai penguat rasa)
  • 2 sdm mentega yamin (agar kuah soto kuning dan sedap)
  • 5 lembar daun ganti (sebagai pengharum kuah soto)
  • bawang goreng
  • daun seledri, potong tipis (jika suka)
  • bumbu penyedap

Sambel : cabai rawit dikukus lalu haluskan dengan bawang putih dan garam, lalu goreng sampai matang, tambahkan beberapa sendok makan air, sesuai selera.

Cara Membuat Soto :

  1. Rebus ayam bersama bumbu yang sudah diikat dengan kain
  2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum, lalu masukkan ke dalam rebusan ayam
  3. Setelah ayam matang, ke dalam kuah soto, tambahkan kas-kas dan daun ganti
  4. Masukan bumbu penyedap
  5. Masukkan mentega yamin hanya setelah mau mematikan api kompor
  6. Suwir² ayam, jika pengen lebih gurih, ayam yang sudah disuwir² ditumis dengan mentega dan bumbu bawang putih, merica, garam, tumis sampai harum
  7. Sajikan bersama ketupat, suun, telor yang diiris², perkedel kentang, jeruk nipis dan sambel.



Kapulaga
Nama Latin : Amamum campactum soland
Famili : Zingiberaceae


Di daerah Bali disebut Kapolagha, Jawa & Madura disebut Kapulaga, Sunda disebut Palaga dan di Minangkabau disebut Pelaga Puwar
Nama asing kapulaga adalah
pai thou kou (bahasa Tionghoa). Orang Yunani menyebut buah itu cardamomom yang kemudian dilatinkan oleh orang Romawi menjadi cardamomum. Dalam bahasa Inggris disebut cardamom. Dalam bahasa Thai disebut krava, elaichi dalam bahasa Hindi , dan elakkaai dalam bahasa Tamil.

Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman dan buah.

Semula ditemukan tumbuh alamiah di daerah Pegunungan Malabar, pantai barat India. Karena laku di pasar dunia, kemudian banyak ditanam di Sri Lanka,Thailand, danGuatemala. Di Indonesia mulai dibudidayakan sejak 1986

Dalam perdagangan kemudian ditawarkan juga varietas kapulaga lain dari pegunungan tinggi Mysore (India) yang buah lonjongnya lebih membulat, dan lebih disukai karena lebih sedap. Berbeda dengan kapulaga Malabar yang tandan bunganya merayap, tandan bunga kapulaga Mysore tumbuh tegak. Dari Sri Lanka ditawarkan Elettaria cadamomum var. major sebagai Ceylon cardamom. Buahnya lebih lebar dan pipih daripada kapulaga Malabar, E. cardamomum var. minor. Dari Thailand, kemudian juga ditawarkan Siamese cardamom yang masih sejenis dengan kapulaga Indonesia , Amomum cardamomum.

Ukuran :
Tumbuh-tumbuhan ini tumbuh berumbi akar dengan tinggi antara 2 - 3 m. Daunnya lonjong berujung runcing dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar 10 cm. Bunganya (simetris dua sisi, berwarna kemerah-merahan dan terbagi menjadi 3 bagian) dapat dibedakan menurut perbedaan jenis varietas setempat. Dari sana akan dihasilkan buah kotak berwarna putih yang harum sehingga bisa digunakan sebagai obat maupun bumbu. Kapulaga yang diperdagangkan terdiri atas kapsul kering, bersisi tiga, lonjong atau bundar, berwarna abu-bu coklat, yang terbagi atas tiga ruang, berisi padat dengan benih bersudut yang berwarna coklat. Biji-biji tersebut mempunyai rasa pedas, kamfer, berbau wangi, dan terasa dingin pada lidah jika dimamah. Buahnya berada dalam tandan berbentuk bulat kecil , kadang berbulu dan berwarna kuning kelabu. Kapulaga sabrang (Elettaria cardamomum L.) Maton yang berasal dari lran lebih harum baunya.Jika terlalu banyak mengunakan kapulaga maka akan mengganggu kerja cairan lambung.

Kandungan & Manfaat :
Ekstrak (dimasak dengan air) dari seluruh tumbuh-tumbuhan dipakai sebagai obat terhadap flatulensi atau meteorismus (penimbunan gas dalam usus), kolik dan kelemahan. Tumbuh-tumbuhan yang ditumbuk halus bersama air dipakai sebagai obat gosok untuk penyakit encok. Ekstrak dari umbi akar dipergunakan sebagai obat demam. Bijinya adalah bahan mamah, dipakai juga sebagai bumbu (untuk kue) dan sebagai obat, contohnya untuk mengobati kesulitan bernapas, mulut berbau (futor exore) dan untuk mengobati batuk dan gatal ditenggorokan dengan memamahnya. Dalam bahan biji terdapat minyak kardamon yang mengandung terpineol, terpinylasetat, sineol, borneol dan sabinen, zat putih telur, calcium-oksalat dan silisium. Selain itu juga mengandung minyak atsiri (alfaborneol dan betakamfer) yang berkhasiat untuk mengencerkan dahak, memudahkan pengeluaran angin dari perut, menghangatkan, membersihkan darah, menghilangkan rasa sakit, mengharumkan.